oleh Mietha Piyo pada 23 September 2010 jam 21:22
Hingga yang bernyawa takut melihatku bernyawa
Tapi, tetap nista rupanya diriku...
Perempuan kerdil yang tolol akan representasi perjuangan
Kuping tak bisa menolong apa yang terdengar
Raga tak mampu bergerak, tak ada poros untuk melaju
Yang mati bukan pada dia-dia yang bersuara lantang
Tapi pada perempuan ini yang masih saja meraba
yaaahh,, perempuan yang mati sebelum menyuarakan kehidupan
Dia dan dia menyingsingkan lengan baju
Berkolaborasi dibalik simbol kepalan tangan
sementara perempuan ini hanya mampu mengangkat jempol untuknya
Bukan karena gravitasi yang seakan mengungkung tangan
Tapi, perempuan ini tak bisa sehebat dia-dia
Mungkin kenyamanan telah menjanjikan segala keamanan
Tdk seperti perjuangan yang dibekali oleh sebuah kesulitan...
tapi,, beruntunglah dia-dia
seperti janji Allah
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
dan sebuah pekikan insiprasi yang sering terdengar bahwa
Yakin indah pada waktunya
__hidup bukan hanya sebuah goresan tapi juga warna__
Tidak ada komentar:
Posting Komentar